Hallo temen-temen kembali lagi bersama saya disebuah blog baru saya, kali ini saya akan menjelaskan tentang cara membuat pakan lele dan seperti biasa pasti nanti saya akan membahas hal-hal lain selain cara membuat pakan lele.
Temen-temen jika kalian mengikuti blog saya yang sebelum-sebelumnya pasti temen-temen semua heran bukan kenapa kali ini saya tidak membuat sebuah blog tutorial tentang resep masakan tetapi kali ini saya malah membahas tentang cara membuat pakan lele.
Sebetulnya tidak mengapa jika saya membuat hal tersebut sedikit berbeda karena pada dasarnya saya ingin membagikan cara-cara mudah dalam berbisnis usaha online ini yang dapat kalian lakuakn di rumah masing-masing. Oke kalau begitu langsung saja kita mulai pembahasannya tentang tips cara membuat pakan lele yang berkualitas
Tips Cara Membuat Pakan Lele Berkualitas
Membuat Pakan Lele Dari Dedak
Sebelum saya memulai tutorialnya kali ini saya beritahukan jika dalam cara membuat pakan lele kali ini menggunakan sebuah bahan dasar yaitu Dedak. Lalu apa itu dedak??
Dedak adalah limbah yang berasal dari pengolahan padi menjadi beras dengan kualitas beragam tergantung dari varietas padi yang digunakan. Produksi dedak padi di Indonesia sendiri terbilang sangat tinggi yakni bisa mencapai 4 ton setiap tahun dan dalam setiap kuwintal padi bisa menghasilkan antara 18 hingga 20 gram dedak.
Bahan Pakan Yang Perlu Disiapkan:
- Pelet sebanyak 2.5 kilogram
- Dedak sebanyak 5 kilogram
- Garam sebanyak 5 sendok makan
- Ikan asin sebanyak 0.25 kilogram
- Air sebanyak 5 liter
- Minyak goreng secukupnya.
Cara Pembuatan:
- Sesudah semua bahan yang akan dibuat telah dipersiapkan maka langkah pertama siapkan ember besar untuk mencampur semua bahan
- Lalu siapkan bahan tambahan seperti Pelet yang memiliki 20% protein dan campurkanlah kedalam bahan-bahan tadi
- Tambahkan garam dalam bahan-bahan yang sudah dicampur aduk tadi, yang berfungsi untuk menjaga keawetan pakan lele tersebut
- Setelah itu tambahkan minyak goreng sayur kedalam bahan-bahan yang sudah dicampur tadi lalu aduklah semua bahan tadi sampai rata
- Selanjutnya kukuslah adonan tadi selama kurang lebih 1 jam
- Langkah terakhir siapkan wadah untuk menaruh pakan lele yang sudah dibuat tadi
- Dan pakan lele pun bisa digunakan
Cara Pemberian Pakan Ikan Lele
- Kepal kepalkan pakan ikan lele yang sudah jadi tersebut lalu masukkan ke dalam kolam.
- Selain sangat disukai oleh ikan lele, namun aroma kuat yang dihasilkan dari bahan alami pakan organik ini juga bisa membuat ikan lele nafsu makan sekaligus akan saling direbutkan ikan lele. Berikanlah pakan organik ini minimal sebanyak 2 kali sehari dan untuk waktu pemberian pakan ikan lele ini adalah ketika malam hari.
- Agar aroma yang dihasilkan dari pakan ikan lele bisa bertambah kuat, maka setiap kali pakan akan diberikan, maka semprotkan terlebih dahulu dengan minyak sayur.
Cara Memfermentasi Dedak
Bahan Yang Perlu Disiapkan:
Seperti ketika cara membuat pakan ikan lele dari dedak halus, membuat fermentasi dedak ini juga butuh beberapa persiapan bahan yakni dedak padi yang masih segar, drum atau kantong plastik untuk mencampur bahan, air dan juga molasses.
Cara Pembuatan:
- Siapkan dedak padi kemudian campur dengan air sebanyak 25% dari berat total dedak pagi beserta dengan molasses sebanyak 3% dari berat dedak padi yang digunakan.
- Tambahkanlah campuran larutan air dan juga molasses ke dalam sebuah wadah berisi dedak dan aduk hingga benar benar tercampur rata.
- Masukkanlah ke dalam drum atau kantong plastik kemudian tutup sampai rapat sekali.
- Untuk melakukan proses fermentasi dedak padi menjadi pakan ikan lele ini membutuhkan waktu sekitar 1 bulan dalam suhu kamar.
Membuat Pakan Lele Dari Ampas Tahu
Jika tadi dipembahasan awal saya menjelaskan tentang cara membuat pakan lele menggunakan dedak maka saat ini saya akan memulai pembahasan yang baru lagi nih yaitu cara membuat pakan lele dari ampas tahu.
Pakan Lele Ampas Tahu
Cara Mengolahnya:
- Siapkan 5 kg ampas tahu, 6 kg bekatul, 4 kg tepung jagung, 1.5 kg tepung ikan, 0.5 liter EM4, 20 butir minyak ikan, 2 bungkus suplemen vitamin dan air bersih.
- Campurkanlah semua bahan membentuk adonan kue sehingga mudah dicetak.
- Diamkanlah selama 5 sampai 7 hari untuk proses fermentasi.
- Keringkanlah adonan yang sudah dicetak tadi kemudian jemur dan keringkan agar tidak berjamur dan lebih tahan lama.
- Pelet ikan lele siap untuk digunakan.
Pakan Lele Ampas Tahu Campuran
Cara Mengolahnya:
- Siapkan 25 kg ampas tahu, 25 kg dedak halus, 5 kg tepung ikan, 5 liter tetes tebu atau molases, 1000 ml probiotik EM4 perikanan dan juga 10 sendok makan ragi tempe.
- Campur semua bahan hingga rata dan masukkan dalam drum yang diberi lubang udara memakai selang untuk mengalirkan udara atau gas.
- Tutuplah bagian ujungnya tetapi jangan terlalu rapat agar oksigen masih bisa masuk.
- Diamkan selama 4 hingga 5 hari untuk proses fermentasi dan siap untuk digunakan.
Pakan Lele Ampas Tahu Campuran Tepung
Cara Mengolahnya:
- Siapkan 25 kg ampas tahu, 30 kg tepung ikan, 30 kg tepung kedelai, 40 kg tepung jagung, ikan asin secukupnya, daun pepaya segar dan juga ragi tempe.
- Campur semua tepung dan ampas tahu hingga rata kemudian tambahkan dengan air sedikit demi sedikit hingga membentuk adonan yang kalis.
- Tutup wadah dan diamkan selama kurang lebih 12 jam.
- Campur adonan tersebut dengan ikan asin dan daun pepaya yang sudah dihaluskan dan cetak memakai mesin pelet.
- Jemurlah hingga kering dan bisa diberikan langsung sebagai pakan ikan lele.
Pakan Lele Ampas Tahu Ikan Rucah
Cara Mengolahnya:
- Siapkanlah 25 kg ampas tahu lalu peras hingga 60% kandungan air dalam ampas tahu bisa hilang.
- Tambahkan dengan cacahan ikan rucah, probiotik, tepung ikan dan juga tepung jagung secukupnya hingga menjadi adonan kalis seperti ketika membuat kue.
- Bentuklah menggunaknan alat membuat pelet dan jemur dibawah matahari hingga kering.
- Pakan ikan lele alternatif ini sudah bisa digunakan.
Pakan Lele Ampas Tahu Limbah Perternakan Unggas
Cara Mengolahnya:
Pada umumnya peternakan unggas akan menghasilkan limbah yang bisa digunakan kembali sebagai pakan tambahan ikan lele dan cocok dikombinasikan dengan ampas tahu.
Limbah peternakan bisa juga berasal dari unggas yang sudah mati, hal ini bisa menekan pengeluaran pakan lele sebab bisa didapatkan secara gratis dan meski harus membeli maka harganya sangat murah yang juga tepat digunakan dalam cara ternak lele daerah dingin
Limbah peternakan yang digunakan hanya unggas yang baru saja mati dan bukan yang sudah mati melebihi dari 12 jam yang kemudian direbus sebelum dicampur dengan ampas tahu.
Setelah bangkai unggas direbus, maka dilanjutkan dengan membersihkan bulu kemudian dihaluskan dan dicampur dengan ampas tahu. Sesudah itu, tambahkan dengan tepung jagung secukupnya dan bentuk menyerupai pelet yang kemudian dijemur hingga kering dan siap untuk diberikan sebagai pakan ikan lele.
Pakan Lele Ampas Tahu Keong Mas
Cara Mengolahnya:
- Bersihkan keong mas lalu rebus memakai air mendidih selama beberapa menit.
- Setelah dingin, lepaskan daging keong mas dari cangkang dan haluskan hingga lembut.
- Campur dengan ampas tahu yang sudah diperas lalu tambahkan dengan dedak halus dan tepung ikan.
- Bentuklah menyerupai pelet lalu jemur di bawah terik matahari atau menggunakan alat dan siap untuk diberikan.
Pakan Lele Ampas Tahu Bekicot
Cara Mengolahnya:
Hampir sama seperti keong mas, bekicot juga mengandung protein tinggi yang sangat baik dicampur dengan ampas tahu sebagai pakan tambahan ikan lele.Hewan moluska ini bisa ditemukan dengan mudah di sekitar kebun, rumah, dibawah pohon pisang dan juga di area lembab lainnya.
Sebelum dicampur bersama dengan ampas tahu, tepung jagung dan tepung ikan serta probiotik, terlebih dahulu bekicot harus direbus kemudian dihaluskan. Sedangkan untuk cara pembuatannya sama dengan beberapa cara diatas.
Baca Juga : Cara Membuat Santan Kental
Penyakit Dan Penanggulangan Ikan Lele
yapss temen-temen setelah tadi diatas saya sudah jelaskan bagaimana cara membuat pakan lele maka saat ini saya akan menjelaskan penyakit yang sering berada pada ikan lele dan cara penanggulangannya.
-
Borok (luka di ekor, punggung)
Penanggulangan:
Kuraslah air dasar sebanyak 1/4 bagian dan ditambahkanlah air baru.
Herbal 2 SDM per 1000 ekor ikan dilarutkan dengan air secukupnya dan dicampur ke pakan.(sekali saja)
Atau dengan kimia yaitu 4 kapsul Super tetra (bisa dibeli di apotek) dan ditebarkan ke kolam.(sekali saja)
Biasanya sembuh dalam 3-7 hari.
-
White spot (bintik putih)
Penanggulangan:
Kuras air 1/2 bagian dan isi air baru serta tambahkan herbal 1sdm dicampur dengan 2 sdm garam dan air
Atau dengan kimia yaitu 2 kapsul supertetra ditambah 1/4 sdt PK, dilarutkan ke air dan ditebar merata.
-
Sirip merah (biasanya karena kepanasan saat memasukkan benih ke kolam)
Penanggulangan:
Sama seperti borok, tapi dosisnya hanya separoh.
-
Kembung
1. Karena asam lambung
Penganggulangan:
2 plastik arang dari kayu (jangan batok kelapa) dicampur herbal 2sdm dan garam 4 sdm dilarutkan dan direbus mendidih dengan air 1 liter. Masukkan hasil rebusan setelah hangat ke dalam kolam.
2. Karena bakteri (kembung disekitar patil)
Penagnggulangan:
Ambillah 2 ikat daun kemangi, lalu blender dan larutkan ke air kemudian saring. Siramkan merata airnya ke kolam
Baca Juga: 3 macam resep Kue Pastel
Macam-Macam Jenis Ikan Lele
Jika Temen-temen semua ingin memuali peluang usaha ternak lele ini maka teman-teman harus mengetahui jenis-jenis ikan lele yang sangat laku dijual di Indonesia. Berikut macam-macam jenis ikan lele.
-
Dumbo
Lele Dumbo atau Clarias Gariepenus, berasal dari Taiwan kemudian didatangkan ke Indonesia pada tahun 1985-1986. Lele Dumbo adalah hasil persilangan antara lele lokal Afrika (Clarias Mosambicus) dengan lele lokal Taiwan (Clarias Fuscus).
Ukuran dari lele dumbo jauh lebih besar mencapai 2 kali lipat dari lele lokal. Ukuran lele dumbo sangat lebih pendek dan tumpul, sedangkan sungutnya relatif lebih panjang dibandingkan lele lokal. Lele dumbo juga punya warna hitam kehijauan dan saat dia terkejut atau stres, kulitnya akan berubah menjadi bercak hitam atau putih.
Lele dumbo punya patil tetapi tidak terlalu beracun. Banyak sekali peternak lele lebih memilih lele dumbo dikarenakan tumbuhnya lebih cepat dan besar dengan jumlah telur yang banyak, lebih tahan penyakit, mudah beradaptasi dan lebih mudah pembudidayaannya dibandingkan dengan lele lokal.
Meski begitu, benih yang dihasilkan lele dumbo ukurannya tidak sama, akibatnya pertumbuhannya juga berbeda–beda, sehingga membuat waktu panen mundur dan kebutuhan pakan lebih banyak.
Lele dumbo juga cocok untuk dipelihara dikolam tanah karena tidak punya kebiasaan membuat lubang. Tapi dari segi rasa, dapat dibilang daging lele dumbo lebih lembek sehingga orang lebih menyukai daging ikan lele lokal yang dirasa lebih enak.
-
Ikan lele lokal
Ikan lele lokal atau lele kampung mempunyai nama latin Clarias Batrachus, adalah jenis lele yang dikenal luas oleh masyarakat. Sebelum kemunculan lele dumbo, para peternak biasanya membudidayakan ikan lele ini yang disebut juga ikan jawa.
Tetapi sekarang ini sangat jarang peternak yang membudidayakan jenis lele lokal yang dipandang kurang menguntungkan karena pertumbuhannya yang terbilang sangat lambat.
Lele ini juga dikenal dalam bahasa Inggris sebagai walking catfish, karena memang mampu ‘berjalan’ didaratan, terutama untuk berpindah mencari tempat yang lebih banyak airnya. Lele ini menyukai perairan yang tenang dan berlumpur, seperti dirawa, kolam, saluran-saluran air atau disekitar anak-anak sungai.
-
Ikan Lele Phyton
Ikan lele phyton ditemukan oleh para peternak lele di Kabupaten Pandeglang, Banten pada tahun 2004. Lele phyton adalah hasil dari persilangan induk betina lele eks Thailand F2 dengan induk jantan lele lokal atau lele dumbo F6. Ikan lele phyton dapat bertahan dari cuaca dingin dan tingkat kelangsungan hidupnya lebih dari 90%.
Pada awalnya proyek ikan lele phyton dilakukan untuk menjawab keluhan para peternak lele di Desa Banyumundu, Kabupaten Pandeglang yang sering mengalami kerugian karena benih lele dumbo tidak cocok dibudidayakan di Desa Banyumundu yang memiliki iklim dingin, dimana malam harinya suhu berkisar 170 C.
Selama lebih dari 2 tahun uji coba akhirnya ditemukan lele phyton. Kualitas dari lele phyton ini juga diakui oleh Dinas Perikanan Budidaya Provinsi Banten.
Sesuai dengan namanya, bentuk kepala seperti ular phyton yang pipih memanjang, mulut kecil dan warna menyerupai ular phyton. Ciri lainnya adalah punuk dibelakang kepala, ekor bulat dan sungut yang lebih panjang dibanding lele dumbo.
Selain tahan dari cuaca dingin, pertumbuhannya juga cepat dan seragam serta tahan penyakit. Lele phyton punya gerakan lebih lincah dari lele dumbo dan rasa dagingnya lebih gurih juga tidak lembek, lebih mendekati rasa daging lele lokal.
Dapat dikatakan lele phyton punya semua keunggulan yang dimiliki lele dumbo dan lele sangkuriang, tetapi kelemahannya adalah bobotnya yang lebih ringan dikarenakan bentuk tubuhnya yang ramping dan memanjang.
-
Ikan Lele Sangkuriang
Ikan lele sangkuriang merupakan hasil persilangan dari lele dumbo jantan F6 dengan induknya sendiri lele betina dumbo F2. Melalui hasil perkawinan ini ternyata didapatkan sifat-sifat unggul seperti kemampuan bertelur yang tinggi hingga 40–60 ribu butir per sekali pemijahan.
Lele Sangkuriang juga lebih tahan penyakit, dapat dipelihara dalam kondisi air yang minim dan kualitas daging yang lebih baik.
Secara fisik, lele sangkuriang hampir serupa dengan lele Dumbo, tetapi mulutnya lebih lonjong, matanya lebih kecil, bentuk badannya lebih bulat, dan warnanya abu-abu.
Selain dari jumlah telurnya yang banyak, daya tetas telurnya pun tinggi, dan ukuran benih yang dihasilkan cukup merata. Ukuran tubuhnya lebih besar dari lele dumbo dan lele phyton.
Tetapi kelemahannya, tidak bisa membenihkan dari indukannya karena kualitasnya bisa menurun. Jadi pembenihan harus dilakukan dengan persilangan balik. Jenis ini bisa dibudidayakan optimal pada udara sejuk tapi benihnya kurang bisa bertahan di daerah panas.
Untuk menyiasatinya, usahakan kolam tidak terlalu panas atau diberi pelindung, baik atap atau tanaman air sekitar 50% dari permukaan kolam.
-
Ikan Lele Mutiara
Ikan lele mutiara merupakan hasil dari persilangan ikan lele dumbo, lele mesir, lele phyton dan lele sangkuriang. Percobaan ini sudah dilakukan sejak tahun 2010 diBalai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Subang, Jawa Barat dan diresmikan pada 27 Oktober 2014.
Ikan lele mutiara punya banyak keunggulan seperti laju pertumbuhannya yang tinggi sekitar 40% sehingga waktu pemeliharaannya pun lebih singkat. Bibit yang berukuran 5-7 cm dapat dipanen dalam waktu 2 bulan bahkan kurang, dengan ukuran panen 6-9 ekor per kg dan keseragaman ukurannya yang mencapai 80%.
Keunggulan lainnya adalah irit dalam penggunaan pakan dan lebih tahan terhadap serangan penyakit, ini dibuktikan dengan merendamnya didalam bakteri aeromonas sp selama 60 jam dan hanya 30% ikan saja yang mati.
Akhir Kata:
Sampai disini dulu ya temen-temen pembahasan kita tadi, mulai dari cara membuat pakan lele yang berbagai macam caranya hingga macam-macam jenis lele yang bisa kamu jadikan peluang usaha di Indonesia. Semoga Blog ini dapat bermanfaat bagi temen-temen semuanya.
Sekali lagi saya ucapkan terimakasih telah menggali ilmu dari blog kami tentang cara membuat pakan lele demikian yang dapat saya sampaikan tak lupa saya ucapkan SEE YOU NEXT TIME AND GOOD BYE…
Baca Juga: Rahasia dari Resep Wingko Babat yang Manis dan Legit
JANGAN LUPA IKUTI AKUN ADMIN:
Facebook: Sultan Jonas Yudhanto
Instagram: Sultanjonas_14
Saya adalah seorang penulis di bisnisusahaonline.com yang sangat tertarik pada perkembangan teknologi, terutama di bidang IT. Saya senang belajar hal-hal baru dan dengan penuh semangat berbagi wawasan seputar bisnis dan berbagai tips terkini dengan komunitas kami.






