Berikut ada penjelasan jagung dan cara pemupukan jagung yang tepat. Jagung merupakan salah satu tanaman penghasil karbohidrat selain padi dan gandum. Karena kandungan karbohidratnya itu jagung dijadikan sebagai makanan pokok di beberapa daerah di Indonesia.

Jumlah permintaan pasar akan jagung manis semakin naik. Hal ini sejalan dengan perkembangan industri kuliner di dalam negeri yang banyak membutuhkan jagung manis yang dijadikan sebagai bahan baku.
Untuk meningkatkan produksi, Untuk mengetahui teknik pemupukan jagung manis yang tepat dan benar agar mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Seperti tanaman lain, kualitas jagung sangat bergantung pada penerapan pola pemupukan dan pemberian dosis yang tepat di setiap periode pertumbuhan tanaman. Kecuali dengan waktu pemberian pupuk yang tepat.
Tidak hanya menjamin tanaman lebih sehat, proses pemupukan yang benar dan tepat dapat menghasilkan telinga jagung yang lebih besar dan lebih padat.
Sebelum proses penanaman benih tanaman dimulai, kita perlu memerhatikan teknik pemupukannya terlebih dahulu. Beda tempat dan beda musim tanam, berbeda pula cara pemupukannya.
Misalnya, bagi Anda yang menanam jagung manis di sawah pada musim penghujan, perawatan yang perlu diberikan pada tanaman tersebut agak berbeda dengan jagung manis yang ditanam di tegalan pada musim kemarau. Kamu bisa mengolah jagung dengan menggunakan mesin jagung.
Berikut Cara Pemupukan Jagung Yang Tepat :
Waktu Pemupukan Jagung Manis.

Selain pemupukan dasar, untuk jenis tanah yang didominasi dengan tanah liat pemupukan kembali dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada saat tanaman berumur 10 dan 35 hari setelah tanam (hst).
Sedangkan perlakuan untuk tanah yang didominasi pasir dilakukan tiga kali pemupukan yaitu pada tanaman berumur 7-10 hst, 28-30 hst dan 40-45 hst.
Dasar Pemupukan Jagung.
Pada pemupukan dasar, dosis pupuk yang tepat untuk tanaman jagung manis terdiri dari 500 kg petroganik, 150 kg phonska, dan 75 kg urea untuk setiap hektare. Pemberian pupuk dilakukan dengan cara ditugali persis di samping benih dalam barisan tanaman dengan jarak sekitar 10—15 cm. Tujuan dari pemupukan ini, yakni menyediakan unsur hara yang cukup bagi pertumbuhan benih jagung manis.
Manfaat Unsur Hara Bagi Tanaman Jagung
-
Nitrogen (N)
- Dapat membuat tanaman tumbuh lebih hijau dan segar.
- Memicu pertumbuhan tanaman, baik tinggi tanaman, jumlah cabang atau jumlah anakan lebih cepat tumbuh.
- Membuat kandungan protein hasil panen menjadi lebih meningkat.
-
Fosfor (P)
- Akar akan tumbuh dan terbentuk dengan baik.
- Mempercepat pembentukan bunga serta masaknya buah dan biji.
- Meningkatkan komponen hasil panen tanaman biji-bijian.
- Meningkatkan kualitas benih dan bibit.
-
Kalium (K)
- Membuat tanaman tumbuh lebih tegak dan kokoh.
- Daya tahan tanaman terhadap serangan hama, penyakit dan kekeringan menjadi lebih meningkat.
- Pembentukan gula dan pati menjadi lebih meningkat.
- Hasil panen menjadi lebih tahan selama pengangkutan dan penyimpanan.
-
Sulfur (S)
- Meningkatkan kualitas hasil panen dengan memperbaiki warna, rasa, aroma, dan besar biji.
- Membuat tanaman lebih hijau.
Pemupukan Susulan Tahap Pertama
Proses pemupukan susulan kali pertama ini dapat dikerjakan ketika umur tanaman jagung manis sudah mencapai 15 HST (Hari Setelah Tanam). Adapun pupuk-pupuk yang digunakan antara lain 150 kg phonska dan 75 kg urea masing-masing per hektare.
Dengan memberikan kedua pupuk ini, diharapkan pertumbuhan tanaman jagung manis akan semakin subur. Selain itu, tanaman jagung manis juga mempunyai daya tahan yang lebih kuat dari serangan hama dan penyakit.
Pemupukan Susulan Tahap Kedua
Untuk pemupukan susulan tahap kedua, pekerjaannya dilaksanakan pada waktu tanaman jagung manis telah menginjak usia 30 HST (hari setelah tanam). Proses ini mengandalkan beberapa pupuk yang berguna untuk mendukung pertumbuhan tanaman seperti urea sebanyak 150 kg per hektare.
Selain memberikan pupuk secara tepat, tanaman jagung manis juga perlu disiram secara berkala untuk menjaga kebutuhan air dan kelembapan udara. Jangan sampai tanaman mengalami kekeringan akibat kondisi lahan yang terlalu tandus.
Proses penyiangan dapat dilakukan sebelum proses pemupukan susulan tahap pertama dan kedua dilaksanakan. Sementara, proses pembubunan sebaiknya dikerjakan dalam waktu yang bersamaan dengan pemupukan susulan tahap kedua.
Pemupukan Susulan Tahap Ketiga
Pemupukan ketiga tanaman Jagung membutuhkan unsur hara yang berfungsi untuk pembentukan buah jagung sehingga unsur hara P harus lebih dominan dan mengurangi unsur hara N agar tanaman tidak rentang hama penyakit.
Pemberian unsur hara lebih tinggi agar tanaman kuat dari hama dan penyakit pembirian pupuk di lakukan pada umur 45 HST. Nitrogen: 25 kg(urea) Fosfor:25 kg(sp36) Kalium:68 kg.(kcl). Selain memberikan pupuk secara tepat.
Tanaman jagung juga perlu disiram secara berkala untuk menjaga kebutuhan air dan kelembapan udara. Jangan sampai tanaman mengalami kekeringan akibat kondisi lahan yang terlalu tandus.
Proses penyiangan dapat dilakukan sebelum proses pemupukan susulan tahap pertama dan kedua dilaksanakan. Sementara, proses pembubunan sebaiknya dikerjakan dalam waktu yang bersamaan dengan pemupukan susulan tahap kedua.
Waktu Pemupukan Jagung Manis
Selain pemupukan dasar, untuk jenis tanah yang didominasi dengan tanah liat pemupukan kembali dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada saat tanaman berumur 10 dan 35 hari setelah tanam (hst).
Sedangkan perlakuan untuk tanah yang didominasi pasir dilakukan tiga kali pemupukan yaitu pada tanaman berumur 7-10 hst, 28-30 hst dan 40-45 hst.
Pemupukan Susulan Jagung
1. Jenis Pupuk Yang Digunakan
Berikut jenis pupuk yang tepat untuk memupuk jagung :
-
Pupuk Organik
Pupuk organik dalam hal ini biasanya menggunakan pupuk kandang biasa atau bisa juga menggunakan pupuk kandang yang diubah menjadi pupuk kompos misalnya seperti Bokashi, Fine kompos, atau menggunakan pupuk hijau dan/atau menggunakan pupuk organik yang sudah diproduksi pabrik dalam bentuk butiran dan sudah bermerk.
-
Pupuk Anorganik
Biasanya menggunakan pupuk :
- Pupuk Urea
- Pupuk SP.36
- Pupuk KCL
Pada umumnya pupuk yang digunakan adalah pupuk tunggal yaitu Urea sebagai pupuk N (Nitrogen), SP-36 sebagai pupuk P (Fosfor) dan KCl sebagai pupuk K (Kalium).
Karena sekarang pupuk tunggal KCl sudah tidak tersedia lagi dipasaran, maka untuk pupuk Kalium diambil dari pupuk majemuk NPK.
2. Dosis Pupuk
Untuk takaran pupuk tunggal per hektar yang umum digunakan adalah Urea sebanyak 350 kg + SP-36 sebanyak 200 kg + KCl sebanyak 100 kg. Sedangkan untuk takaran pupuk majemuk per hektar yang biasanya digunakan adalah NPK 15:15:15 sebanyak 400 kg + Urea sebanyak 270 kg + SP-36 sebanyak 80 kg.
Apakah kamu memiliki lahan kosong yang tak terpakai? Jika iya, mungkin kamu bisa memanfaatkan lahan tersebut untuk berkebun budidaya jagung. Melakukan budidaya jagung memang membutuhkan ketelatenan.
Budidaya jagung akan menjadi aktivitas yang menyenangkan. Namun, perlu diketahui, jagung adalah tanaman musim panas yang sebaiknya ditanam setelah suhu tanah mencapai 16 derajat celsius.
Suhu udara terbaik untuk menanam jagung adalah antara 16 sampai 35 derajat celcius. Selain itu, jagung juga hanya membutuhkan waktu antara 60 sampai 100 hari untuk bisa dipanen.
3. Cara Pemupukan Jagung Yang Tepat Waktu
Waktu yang tepat dalam memberikan pupuk pada tanaman jagung adalah :
- Pupuk kandang lebih baik diberikan sebelum tanam.
- Umur 0 hari : 1/3 bag.Urea ( 150 kg/ha ) + seluruh dosis pupuk SP.36 dan Kcl.
- Umur 21 hari : 1/3 bag.Urea
- Umur 35 hari : 1/3 bag. Urea.
4. Cara Pemberian Pupuk Yang Tepat
Cara pemupukan baik menggunakan pupuk organik maupun anorganik yaitu secara individu yaitu dengan cara dibenamkan atau ditunggalkan disekitar tanaman dengan jarak 5 cm-15 cm dengan kedalaman 3 cm – 5 cm.
Hal ini dilakukan untuk mengurangi dan menghindari pupuk yang hilang akibat terbawa air hujan dan karena terjadinya penguapan.
Demikian sedikit pengetahuan tentang pupuk secara umum dan teknologi pemupukan tanaman jagung yang sudah dilakukan oleh banyak petani jagung.
Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan Anda tentang cara pemupukan jagung yang baik dan benar.
Dapat disimpulkan bahwa pupuk merupakan salah satu faktor yang produksi yang sangat mempengaruhi hasil produksi tanaman jagung.
Langkah-Langkah Perawatan hingga Panen Jagung :
Setelah jagung berhasil ditanam, hal yang tidak boleh dilupakan adalah perawatan tanaman hingga siap panen. Bagi Grameds yang ingin menjadi wirausaha jagung, buku.
Ketika Panen Jagung bisa dijadikan referensi dimana didalamnya membahas mengenai ilmu pengetahuan dalam berwirausaha menjadi Petani Jagung.
Secara umum, pembumbunan atau ipuk dilakukan secara bersamaan saat pemupukan. Sementara, pembersihan gulma dilakukan melalui dua cara, yaitu penyemprotan herbisida calaris untuk gulma berumur 5 – 21 hst, gramoxone untuk gulma umur 40 hst ke atas.
Sementara, pengairan tanaman jagung dilakukan setelah pemupukan serta dua minggu sekali pasca pemupukan terakhir.
Berikut Adalah Langkah-Langkah Perawatan Tanaman Jagung Hingga Siap Dipanen :
1. Pantau Hama dan Penyakit
Jangan lupa, waspadai kehadiran hama dan penyakit setelah jagung berhasil ditanam. Perlu diketahui, jagung bisa terserang cacing potong, cacing kabel, kumbang kutu, cacing telinga jagung, serta penggerek jagung.
Selain itu, tikus dan hewan-hewan lainnya juga berpotensi menyerang jagung. Oleh sebab itu, gunakanlah perangkap atau pagar untuk mengusir hama tersebut.
Jagung juga rentan terhadap penyakit jamur api serta penyakit bakteri. Jamur api bisa mengubah biji jagung menjadi abu-abu atau hitam hingga menyebabkan biji membengkak. Bila hal itu terjadi, hancurkan tanaman yang terkena.
Jangan menanam kembali di tempat yang sama sampai dua tahun karena spora jamur api bisa bertahan hidup di dalam tanah selama itu.
2. Lakukan Penyerbukan yang Tepat
Penyerbukan adalah hal yang kerap terlewat dalam proses penanaman jagung. Langkahnya pun cukup mudah, yaitu goyangkan batangnya dengan lembut ketika menghasilkan sutra dan mulai menjatuhkan serbuk sari.
Mengguncang batang dapat memastikan penyebaran serbuk sari lebih merata serta pembentukan tongkol yang lebih baik.
3. Memanen Jagung
Secara umum, tanaman jagung bisa dipanen sejak umur 105 hari tergantung dari varietasnya. Ciri-ciri jagung siap panen antara lain 80 persen daun sudah kering, kulit atau klobot jagung juga sudah kering, buah jagung padat dan keras, serta warna buah jagung tampak bening atau mengkilat.
Cara memanen jagung juga cukup mudah. Pertama, panen jagung ketika jumbai mengering dan berubah warna menjadi coklat kira-kira tiga minggu setelah jumbai pertama terbentuk.
Kemudian, kupas kulit jagung dan dorong kernel dengan kuku guna menguji kematangannya. Jagung siap dipetik apabila bijinya cukup empuk untuk ditusuk serta sarinya tampak seperti susu. Setelah dipetik, kamu dapat menjemurnya hingga kering.
Setelah kering, buah jagung dapat disimpan atau dilakukan penggilingan guna memisahkan biji jagung dengan janggel jagung. Jangan lupa, saat menyimpan jagung pastikan berada di tempat yang aman dari gangguan hama seperti tikus.
4. Cara Menyimpan dan Mengawetkan Jagung
Jagung memang paling baik dikonsumsi saat masih segar. Jagung bisa disimpan di kulkas atau lemari es selama 2 hingga 4 hari dalam kondisi bungkus kulit belum dibuka dengan tisu basah.
Perlu diketahui, jagung rebus dapat dibekukan dan awet selama 3-6 bulan. Kamu bisa memanfaatkan jagung sebagai pelengkap sayuran maupun salad, atau membuat jagung bakar untuk camilan keluarga.
Cara Pemupukan Jagung Yang Tepat Agar Berbuah Besar :
Untuk pemupukan jagung biar buahnya besar cukup mudah dengan 3 cara pemupukan yang sederhana dan tepat waktu. Yang pertama adalah pada saat tanam dengan pemberian makan yang sangat ringan yang membantu benih tumbuh dengan cepat.
Pemupukan kedua dilakukan saat jagung berumur sekitar 4 minggu dan pemupukan terakhir pada usia 8 sampai 10 minggu, perlu dosis pupuk lebih kuat untuk memungkinkan tanaman menghasilkan batang besar dan buah penuh.
Langkah 1 – Pemupukan Benih & Bibit Jagung Manis
Dosis pupuk yang lebih ringan dan seimbang dibutuhkan untuk bibit jagung. Hal ini membantu tanaman untuk mengembangkan akar, batang, dan dedaunan yang baik.
Semuanya sangat penting dalam mengatur panggung untuk pembentukan daun jagung di dalam sekam. Pada tahap awal ini, terlalu banyak pupuk yang terlalu kuat akan menyebabkan lebih banyak kerugian.
Tidak hanya dapat menghambat pertumbuhan awal, tetapi bahkan dapat membunuhnya dengan pupuk yang terlalu panas.
Memakai mulsa bibit muda untuk memberi mereka dorongan. Jika terlewat. Masih ada cara yang bisa membantu tanaman jagung manis dengan menerapkan pupuk kedua dan ketiga
Langkah 2 & 3 – Cara Pemupukan Jagung Manis
Untuk mengaplikasikan pupuk kedua dan ketiga untuk jagung manis adalah yang paling penting itu pada tahap inilah akar tanaman berusaha menyerap daya sebanyak mungkin. Dan untuk jagung manis, nutrisi terpenting adalah nitrogen.
Nitrogen dapat dengan cepat terkuras dari tanah oleh tanaman jagung. Dan memasoknya bisa menjadi bagian penting dari jagung yang tumbuh hingga dewasa penuh.
Fosfor juga sangat penting, seperti halnya kalium, tetapi tidak pada tingkat yang sama dengan Nitrogen. Keduanya membantu dalam pengembangan akar dan tangkai yang kuat.
Ketiganya benar-benar dapat membuat perbedaan besar dalam kinerja dan panen secara keseluruhan. Ada banyak sekali pupuk di pasaran, tetapi kuncinya adalah mencari yang memiliki rasio N–P–K yang memiliki peringkat nitrogen lebih tinggi sambil tetap menyediakan fosfor dan kalium juga.
Rasio N–P–K itu adalah singkatan dari nitrogen, fosfor, dan kalium dalam urutan itu.
Pemupukan 4 Minggu & 8 Minggu
Dalam empat minggu, tanaman jagung telah menjadi mapan di tanah dan dapat menyerap suplemen nutrisi pertama yang lebih kuat. Cara terbaik untuk mengaplikasikannya pupuk jagung adalah dengan menggunakan teknik side dressing lalu sebarkan pupuk ke dalam tanah sekitar 3 inci ke setiap sisi batang utama di baris.
Hal ini memungkinkan tanaman untuk menyerap nutrisi di tingkat akar, dan menjaga dedaunan dari kerusakan akibat pupuk. Pupuk yang tertinggal di dedaunan, atau di pangkal bisa menjadi terlalu panas dan membakar tanaman dengan mudah.
Satu Dosis Lagi untuk Pupuk Jagung Manis
Pada 8 sampai 10 minggu masa panen. Dapat di terapkan satu dosis lagi pupuk 16-16-8. Sekali lagi, aplikasikan dengan takaran 1/8 cangkir yang sama untuk setiap dua tanaman.
Begitulah cara pemupukan jagung yang tepat dan bisa kamu lakukan. Perawatannya memang tampak tidak mudah, namun kalau kamu menanam sendiri jagung di pekarangan rumah, hal itu pasti akan lebih menyenangkan. Selamat mencoba dan Semangat.
Saya adalah seorang penulis di bisnisusahaonline.com yang juga memiliki ketertarikan dan minat besar terhadap perkembangan teknologi, khususnya teknologi IT. Saya senang belajar berbagai hal dan dengan penuh semangat berbagi wawasan seputar bisnis serta tips terkini dengan pembaca kami.