cara membuat batako ringan styrofoam

Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan cara membuat batako ringan dari limbah styrofoam. Mengapa menggunakan limbah styrofoam? Kenapa tidak menggunakan pasir?. Oke, akan saya ulas kenapa membuat batako menggunakan styrofoam.

Selama ini kita tahu bahwa bahan baku utama pembuatan batako biasanya terbuat dari campuran semen dan pasir, Namun ada juga produk batako yang terbuat dari bahan dasar semen dan pasir dicampur dengan abu sekam padi atau juga dari abu sisa pembakaran dari tungku pabrik gula. Untuk sekarang, dapat juga loh membuat batako dengan bahan baku berupa limbah styrofoam

Styrofoam Hanya Menjadi Limbah Sekali Pakai !

Batako Styrofoam merupakan salah satu inovasi baru dalam pemanfaatan limbah Styrofoam. Styrofoam merupakan salah satu jenis plastik yang sangat sulit terurai oleh tanah. Styrofoam biasanya digunakan sebagal bahan pelindung dan penahan getaran barang-barang yang mudah pecah, seperti elektronik. Namun, saat ini styrofoam juga banyak digunakan sebagai bahan untuk membungkus makanan dan minuman.

Bahan dasar pembuatan styrofoam adalah polistiren. Polisterin merupakan suatu jenis plastik yang sangat ringan, kaku, tembus cahaya, dan murah namun bahan tersebut cepat rapuh. Karena kerapuhannya tersebut, polistiren dicampur dengan seng dan senyawa butadien.

Akibat proses pencampuran tersebut, polistiren kehilangan sifat jernihnya dan berubah warna menjadi putih susu. Kemudian dari segi kelenturannya, polistiren ditambahkan zatplasticier seperti dioktilptalat (DOP), butil hidroksi toluena, atau n butyl stearat.

 

Apakah Penggunaan Styrofoam Berbahaya ?

Pemakaian styrofoam sebagai wadah makanan kerap menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian besar masyarakat. Berdasarkan penelitian, diketahui bahan dasar pembuatan styrofoam yaitu sitren, bersifat mutagenik (mampu mengubah gen) dan potensial karsinogen (merangsang sel kanker). Demikian pula butadien yang digunakan sebagai bahan penguat maupun DOP atau BHT sebagai plasticiser-nya.

Karena limbah yang dihasilkan dari styrofoam ini dianggap berbahaya, mari kita coba untuk memanfaatkan limbah Styrofoam dengan cara dibuat sebagai bahan campuran batako.

Bahan baku styrofoam tidak berbahaya jika digunakan sebagai bahan baku pembuatan batako, hanya saja ada aturan porsi tertentu yang digunakan untuk membuat campuran. Bahan baku styrofoam memang mendapatkan porsi lebih banyak jika dibandingkan dengan bahan baku lainnya. Perkiraan komposisinya yaitu 50% styrofoam, 40% pasir, dan 10% semen. Dari bahan – bahan tersebut justru kita dapat menghemat kebutuhan pasir hingga mencapai 50%. Bahan baku styrofoam ini juga dianggap lebih unggul dibandingkan semen, kenapa demikian? Ternyata dalam styrofoam ini terkandung banyak serat dan hal ini yang membuat fondasi bangunan yang menggunakan styrofoam menjadi lebih kokoh.

 

Ciri Fisik Batako Styrofoam

Batako dengan bahan baku styrofoam memiliki ciri fisik yang hampir sama dengan bata merah. Namun, batako dari hasil limbah styrofoam mempunyai keunggulan jika dibandingkan dengan bata merah. Batako styrofoam mempunyai berat yang lebih ringan sehingga lebih mudah dalam pemasangan. Batako styrofoam cocok digunakan pada bangunan untuk studio band karena mampu meredam suara, hal tersebut dikarenakan kandungan serat styrofoam yang ada didalam batako cukup tinggi. Jika anda menginginkan pembuatan rumah dengan konsep ramah lingkungan, maka batako styrofoam ini sangat cocok untuk dijadikan salah satu pilihan anda karena saat ini sedang gencar–gencarnya tentang konsep go-green atau penghijauan. Batako dengan bahan baku styrofoam ini juga diklaim mempunyai kelebihan sebagai bahan bangunan konstruksi yang tahan guncangan gempa. Hal ini dibuktikan dengan uji coba yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Sifat styrofoam yang mengikat akan membuat batako kuat. “Cocok untuk membangun rumah didaerah rawan gempa dan bangunan yang tinggi,”. Berat batako styrofoam yang ringan menjadikan pemasangan batako ini juga lebih cepat. Meskipun masih sedikit orang yang mengenal batako styrofoam, tapi dengan berjalannya waktu maka masyarakat akan makin banyak yang memesan batako styrofoam. Terlebih lagi pada zaman sekarang ini, tren penghijauan tengah mewabah dan banyak orang yang membangun konstruksi rumah dengan konsep ramah lingkungan. Belum lagi batako styrofoam diklaim sebagai bahan bangunan konstruksi yang tahan terhadap gempa.

 

Persyaratan Fisik Batako :

  1. Mutu IV : Batako yang dipakai dalam konstruksi yang tidak memikul beban dipasang pada tempat yang terlindung dari cuaca luar dan diberi lapisan pelindung.

  2. Mutu III : Batako yang dipakai dalam konstruksi yang tidak memikul beban, dipasang pada tempat yang terlindung dari cuaca luar tetapi lapisan pelindung.

  3. II Mutu : Batako yang dipakai dalam konstruksi yang memikul beban dipasang ditempat yang terlindung dari cuaca luar.

  4. I Mutu : Batako yang dipakai dalam konstruksi yang memikul beban, dipasang ditempat yang tidak terlindung dari cuaca luar.

 

Cara Membuat Batako Ringan :

cara membuat batako ringan - cara

Oke, selanjutnya kita akan mebahas step by step cara membat batako ringan dengan bahan baku styrofoam. Pencetakan batako dapat dilakukan secara manual menggunakan cetakan batako maupun secara otomatis menggunakan mesin press batako dan paving block. Namun pada artikel ini saya akan menjelaskan pembuatan batako ringan secara manual. Tapi sebelum itu, siapkan alat dan bahan yang diperlukan.

Bahan – Bahan untuk Cara Membuat Batako Ringan :

  • Semen

  • Pasir

  • Abu batu

  • Parutan/cacahan limbah styrofoam

  • Air

Alat – Alat untuk Cara Membuat Batako Ringan :

  • Cetok

  • Sekop

  • Cetakan Batako

  • Ember

  • Mixer (alat pencampur adonan batako)

  • Pencacah styrofoam

 

Langkah Langkah Cara Membuat Batako Ringan :

  1. Siapkan agregat styrofoam dengan memasukkan serpihan-serpihan foam ke dalam mesin pencacah. Diameter foam yang dihasilkan dan kapasitas pencacahan tergantung susunan dan jumlah pisau pemotong.

  2. Campurkan semen , pasir dan abu batu dengan perbandingan 1 semen : 10 pasir : 2 abu batu kemudian aduk hingga merata, setelah itu masukkan butiran styrofoam 12 bagian.

  3. Beri air sedikit demi sedikit sambil dicek kondisi adonan batako-nya dengan cara menggenggam adonan, pada saat adonan digenggam tidak boleh ada air yang menetes yang menandakan air terlalu banyak namun tangan merasa basah.

  4. Setelah itu buka genggaman tangan dan adonan batako tidak boleh terurai dan adonan harus tetap menggumpal artinya penambahan air sudah cukup.

  5. Pengadukan adonan batako dapat dilakukan secara manual atau menggunakan mixer pengaduk adonan batako.

  6. Setelah adonan batako diaduk secara merata, tahap selanjutnya adalah proses pencetakan. Siapkan alat cetakan batako dan rangkai-lah hingga siap dipakai.

  7. Setelah itu masukkan adonan batako sedikit demi sedikit sambil dilakukan pemadatan dengan alat pemukul besi maupun kayu yang memang dibuat khusus untuk memadatkan adonan batako. Intensitas atau frekuensi pemadatan dan cara pemadatan sangat berpengaruh terhadap kuat tekan pada batako tersebut. Semakin baik tingkat / kualitas pemadatan yang dilakukan, maka semakin meningkat pula kekuatannya

  8. Pengisian adonan batako dilakukan sampai mendekati bibir atas cetakan. Kemudian tambahan adonan sampai melebihi bibir atas cetakan lalu padatkan kembali mengunakan alat pemukul.

  9. Setelah proses pengisian dan pemadatan adonan batako selesai dilakukan, langkah selanjutnya melepas cetakan. Lakukan pelepasan cetakan dengan hati-hati agar bentuk batako tidak rusak.

 

Gimana, mudah bukan cara membuat batako ringan dengan limbah styrofoam. Pengunaan limbah styrofoam bukan tanpa alasan, selain dapat mengurangi frekuensi limbah styrofoam, penggunaan styrofoam untuk bahan campuran pembuatan batako juga dapat mengurangi jumlah penggunaan pasir. Sekian artikel yang dapat saya sampaikan tentang cara membuat batako ringan menggunakan limbah styrofoam, semoga artikel ini bermanfaat, dan jangan lupa share. Selamat mencobaa.

By Roni Setiawan

Saya merupakan seorang penulis di bisnisusahaonline.com yang juga memiliki ketertarikan dan minat besar terhadap perkembangan teknologi, terutama teknologi IT. Saya juga senang dalam proses pembelajaran yang berkelanjutan dan dengan senang hati berbagi pengetahuan, terutama seputar bisnis dan tips terkini.