Usaha Penggemukan Sapi

Usaha peggemukan sapi memerlukan perencanaan yang matang untuk menjamin kesejahteraan dan peningrtumbuhan hewan ternak secara optimal. Penggemukan sapi dapat meningkatkan produksi daging dengan pemberian pakan yang berkualitas dan manajemen gizi yang baik. 

Usaha Penggemukan Sapi

Usaha Penggemukan Sapi

Usaha penggemukan sapi termasuk bisnis peternakan sapi yang berfokus pada kegiatan peternak untuk mengubah sapi yang sebelumnya kecil menjadi bongsor secara singkat. Penggemukan sapi dilakukkan dengan cara yang aman agar kesehatan sapi tetap terjaga dan tidak menyakiti. Selain usaha pemerahan dan pemotongan, usaha penggemukan sejati juga harus dilakukkan. 

Penggemukan sapi bisa menjadi bisnis dalam jangka panjang  dan sangat menjanjikan. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan daging sapi di Indonesia tidak mengenal ruang dan waktu. Omzet yang akan dihasilkan oleh usaha ini juga sangat fantastis baik untuk daging satu ekor maupun daging potongan.

Usaha penggemukan ini dimulai dengan membeli sapi yang berumur 2 tahun hingga 2,5 tahun dan akan digemukkan kira-kira 4 bulan kemudian dipasarkan.  Berbeda dengan usaha pembibitan yang pemeliharaannya dimulai dari masih anakan hingga siap potong, usaha penggemukan hanya melakukan pemeliharaan selama 4 bulan atau dalam masa penggemukan saja.

Dengan begitu maka perputaran modal atau pendapatan keuntungan akan semakin cepat jika dibandingkan dengan usaha pembibitan. Banyak peternak yang memilih usaha ini karena mereka hanya perlu memelihara sapi dalam waktu 4 bulan dan bisa langsung mendapatkan keuntungan. Belum lagi jika pemasarannya dilakukan pada saat mendekati hari raya qurban, tentu keuntungan yang didapat lebih besar.

Keuntungan lain bisa didapatkan dari pengelolaan kotoran sapi, contohnya adalah dengan megubahnya menjadi pupuk kompos dan biogas. Pengelolaan yang tepat tentu akan memberikan keuntungan yang lebih banyak.

Proses

Sapi dalam masa penggemukan akan diberikan pakan 2 kali sehari dengan porsi besar. Sekali makan sapi akan diberikan pakan lebih dari 10 kg. Pakan yang diberikan terdiri dari 4 kg konsenrat dan sisanya adalah pakan basah seperti tebon atau batang jagung dan onggok sebanyak 7 kg hingga 8 kg agar sapi merasa kenyang.

Sapi juga diberikan pelengkap berupa suplemen khusus yang bertujuan untuk meningkatkan nafsu makan sapi dan mempercepat proses penggemukan. Pemberian suplemen dilakukan secara rutin yaitu sebulan sekali. Apabila pertumbuhan sapi tidak sesuai dengan standar maka sapi akan diberikan pengobatan untuk menghindari cacingan pada sapi.

Dalam waktu 4 bulan, bobot sapi akan menyentuh angka 600 kg bahkan bisa sampai 1 ton. Tantangan terbesar dalam dalam usaha penggemukan sapi adalah pada kondisi kesehatan sapi. Sapi dalam masa penggemukan rentan terkena penyakit radang paru-patu dan pneumonia.

Biaya

Biaya pertama adalah biaya kandang, untuk kandang dengan luas 30 meter persegi membutuhkan biaya sekitar 10 juta rupiah. Sedangkan untuk peralatan kandang seperti ember, selang, pembersih kotoran dan lain-lain membutuhkan biaya sekitar 700 ribu rupiah.

Biaya kedua adalah biaya pemeliharaan, pertama adalah pakan hijau dan pakan konsentrat yang membutuhkan biaya sekitar 17 juta rupiah serta pakan tambahan sekitar 2,3  juta rupiah. Vitamin dan obat-obatan juga diperlukan, biaya untuk viamin dan obat-obatan adalah sekitar 100 ribu rupiah. Perkiraan biaya tersebut adalah untuk 10 ekor sapi dalam masa penggemukan.

Biaya perkiraan tersebut belum tentu akurat karena harga kebutuhan sapi di tiap daerah bisa saja terdapat perbedaan. Jumlah sapi yang anda pelihara tentu akan menentukan jumlah biaya yang harus anda keluarkan.

Banyak petani yang menjalani usaha penggemukan sapi ini sebagai usaha sampinga sehingga hasil yang didapatkan kurang maksimal. Jika anda tertarik terjun kedalam usaha ini, lakukan degan tekun untuk mendapatkan hasil dan keuntungan yang maksimal.

By mona