Oke guys pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari secara detail tentang pupuk organik padat granul yang biasanya cuma dapat pelajaran cuma sekilas. Semoga rasa kepo kalian terobati dengan arikel saya pada kali ini. wkwkwkwkwk.
Pastinya kalau kalian termasuk orang pencinta alam atau pertanian kalain bertanya tanya tentang pupuk organik padat granul. Kalau kalian benar benar ingin mempelajarinya kalian baca ya artikel ini tanpa harus ada yang di skip,
Kebiasaan orang akan membacanya di skip karena membosankan padahal ini pelajaran yang berharga dan penting loh. Saya bikin artikel ini sesingkat dan sepadat agar mudah dipahami. Semoga kalian paham ya. Aminnnn
Baiklah kita langsung aja ke topik kita pada kali ini yaitu pupuk organik padat granul. Seperti biasa kita akan mempelajari tentang pupuk organik padat granul dan hal yang berkaitan dengan pupuk organik padat granul. Langsung saja.
Pupuk Organik Padat Granul

Merupakan pupuk yang berdasarkan dari material makhluk hidup yang bersifat organik. Pupuk organik juga salah satu pendukung terbentuknya pertanian organik. Pada dasarnya pertanian organik mempunyai dua arti yaitu pertanian organik dalam arti khusus dan pertanian organik dalam arti umum.
Dalam pengertian khusus, pertanian organik merupakan pola pertanian yang bebas dari bahan-bahan kimia. Sedangkan pengertian pertanian organik dalam arti umum adalah kombinasi penggunaan produk organik dengan bahan kimia pada batas-batas tertentu.
Nah kalau pupuk organik padat merupakan versi dari pupuk organik yang berbentuk padat. Sedangkan pupuk organik padat granul merupakan pengembang dari pupuk organik padat yang dibentuk berupa granul.
Jenis – Jenis Pupuk Organik Padat
1. Pupuk Hijau
Berasal dari pelapukan tanaman, Bisa tanaman sisa panen maupun tanaman yang sengaja ditanam untuk diambil hijauannya. Biasanya yang digunakan untuk pupuk hijau di antaranya dari jenis kacang-kacangan dan tanaman paku air.
Jenis tanaman itu dipilih karena mempunyai kandungan hara, khususnya nitrogen yang tinggi dan cepat terurai dalam tanah. Pada saat tertentu, tanaman pagar akan dipotong untuk diambil hijauannya.
Hijauan dari tanaman kacang-kacangannya bisa langsung digunakan pada tanah sebagai pupuk. Sedangkan di lahan sawah para petani biasa menggunakan tanaman paku air untuk pupuk hijau.
Tanaman paku air adalah tanaman pakis air yang banyak tumbuh dengan sendirinya secara liar di sawah. Tumbuhan ini memiliki habitat di lahan yang banyak mengandung air.
Paku air bisa langsung digunakan sebagai pupuk dengan cara ditenggelamkan ke dalam tanah pada saat pengolahan lahan.
2. Pupuk Kandang
Merupakan pupuk yang berasal dari kotoran hewan ternak semacam unggas, sapi, kerbau, dan kambing. Pupuk kandang banyak yang memakainya sebagai pupuk dasar tanaman karena ketersediaannya yang melimpah dan cara membuat pupuk kandang bisa dikatakan sangat mudah.
Pada pupuk ini tidak memerlukan proses pembuatan yang panjang seperti pupuk kompos. Kotoran hewan hanya perlu didiamkan sampai keadaannya kering dan matang sebelum digunakan ke lahan.
3. Pupuk Kompos
Pupuk yang dihasilkan dari pelapukan bahan organik melalui proses biologis dan dibantu organisme pengurai. Organisme pengurai bisa seperti mikroorganisme ataupun makroorganisme. Mikroorganisme pengurai bisa berupa bakteri, jamur, atau kapang. Sedangkan, makroorganisme pengurai yang sangat populer ialah cacing tanah
Pada zaman sekarang teknologi pengomposan sudah berkembang pesat. Berbagai varian penguraian beserta metode pembuatannya mudah ditemukan.
Pupuk kompos yang dihasilkan banyak ragamnya, misalnya pupuk bokashi, vermikompos, pupuk organik cair, dan pupuk organik tablet.
4. Pupuk Hayati Organik
Pupuk hayati beranggotakan atas organisme hidup yang mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Tidak hanya meningkatkan kesuburan tanah tetapi juga menghasilkan nutrisi penting bagi tanaman.
Dalam Peraturan menurut Menteri Pertanian, pupuk hayati tidak tergolongkan sebagai pupuk organik, tetapi sebagai pembenah tanah. Akan tetapi, dalam penggunaannya di lapangan, seringkali orang menggagapp sebagai pupuk organik.
Pupuk hayati secara natural menyediakan nutrisi melalui proses bertahap dengan cara memfikasi unsur N dari atmosfer, melarutkan fosfor, dan mensintesis zat-zat lain yang dibutuhkan.
Jadi, dengan pupuk hayati putaran penyuburan tanah akan berlangsung terus-menerus dan berkelanjutan.
Cara Membuat Pupuk Organik Padat Granul
Pupuk organik bisa dibuat dalam bermacam-macam bentuk. Bisa dibuat curah, table, pelet, briket, atau granul. Pemilihan bentuk ini tergantung pada penggunaan, biaya, dan aspek-aspek pemasaran lainnya. Salah satu bentuk yang banyak dipakai adalah granul. Membuat pupuk organik padat granul sebenarnya tidak terlalu sulit. Secara garis besar pupuk organik padat granul dapat dibuat dengan cara seperti di bawah ini.
Pengeringan Bahan
Bahan pupuk organik yang digunakan bisa dibuat dari pupuk kandang. Tapi perlu diingat pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang sudah ‘matang’ bukan yang baru keluar dari binatangnya. Bisa juga menggunakan kompos, baik pupuk kompos dari limbah pertanian, kompos dari sampah organik, atau humus yang langsung diambil dari tanah.
Langkah pertama adalah pengeringan. Kompos ini harus dikeringkan terlebih dahulu. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari atau dengan menggunakan alat pengering (rotary dryer). Kadar air kompos kering kurang lebih <20%. Lebih kering lebih bagus.
Penggilingan Dan Pengayakan
Kompos yang sudah kering kemudian digiling dengan mesin giling. Atau ditumbuk saja juga bisa. Tingkat kehalusan kompos yang diperlukan minimal 80 mesh. Biasanya aku memilin 100 mesh. Kompos halus ini kemudian diayak dengan ayakan 80 mesh atau 100 mesh. Sisa bahan yang tidak lolos ayakan dikembalikan ke alat penggiling.
Penambahan Bahan – Bahan Lain
Apabila diperlukan dapat pula ditambahkan beberapa bahan lain. Beberapa bahan yang sering ditambahkan adalah pupuk anorganik untuk meningkatkan kandungan hara N, P, K, atau hara mikro lainnya. Dapat pula ditambahkan dengan asam humat atau asam fulvat atau hormon perangsang pertumbuhan tanaman.
Apabila memungkinkan dapat pula ditambahkan dengan mikroba-mikroba. Cuma tidak semua mikroba bisa ditambahkan ke dalam pupuk granul. Banyaknya bahan yang ditambahkan berbeda-beda untuk setiap perusahaan. Jenis dan dosis ini merupakan ‘rahasia perusahaan’ masing-masing. Ibaratnya masakan, jenis masakan bisa sama tetapi ‘ramuannya’ bisa berbeda-beda untuk setiap koki.
Granulisasi
Setelah semua bahan siap, langkah berikutnya adalah pembuatan granul. Granul dapat dibuat dengan berbagai cara. Cara paling sederhana adalah dengan menggunakan nampan biasa. Biasanya aku gunakan cara ini untuk membuat contoh granul skala kecil.
Bahan yang diperlukan sekitar 300 gr – 500 gr. Caranya, bahan dimasukkan ke dalam nampan, tambahakan air + perekat (jika perlu). Kemudian nampan digoyang-goyang sampai terbentuk granul. Yang perlu diperhatikan dalam langkah ini adalah penambahan air/perekat. Jumlahnya harus pas, tidak boleh berlebih atau terlalu sedikit. Di sinilah seni-nya membuat granul.
Alat lain yang juga dapat digunakan untuk membuat granul adalah moleh pengaduk semen. Alat ini biasa digunakan oleh para tukang batu untuk membuat rumah dan dapat diperoleh di toko-toko penjual alat bagunan. Prinsip kerjanya sama seperti cara di atas.
Pertama masukkan bahan ke dalam moleh. Hidupkan mesinnya. Sambil diputar-putar, masukkan air sedikit demi sedikit ke dalam molen hingga terbentuk granul. Setelah granul terbentuk, isi molen dapat dituang.
Nah itu saja dari saya sekian saya ucapkan terima kasih karena sudah membaca artikel tentang pupuk organik padat granul semoga anda paham dan bisa membuatnya sendiri.
Saya adalah penulis aktif di bisnisusahaonline.com dengan ketertarikan yang besar pada perkembangan teknologi, terutama di sektor IT. Saya senang belajar hal-hal baru dan sangat bersemangat untuk berbagi pengetahuan seputar bisnis serta tips terkini dengan komunitas kami.