Sampah merupakan masalah besar di Indonesia dan mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Daur ulang merupakan solusi permasalahan sampah. Hal ini memunculkan Inisiatif Daur Ulang Lewat Briket, yaitu bahan bakar padat yang terbuat dari sampah organik.

Briket dapat menggantikan kayu atau batu bara yang semakin langka dan mahal, sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.

 

Pengertian briket

Briket merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari sampah organik yang diolah dengan cara pirolisis atau pengeringan. Pirolisis adalah proses pemanasan bahan tanpa oksigen untuk menghasilkan gas, cairan, dan arang.

Pengeringan adalah proses menghilangkan air dari bahan dengan menggunakan panas, angin atau sinar matahari.

Limbah organik yang dapat dijadikan briket antara lain daun, ranting, serbuk gergaji, eceng gondok atau kertas. Briket biasanya berbentuk bulat atau persegi panjang dan berwarna hitam atau coklat.

 

Cara membuat briket

Briket dapat dibuat dengan cukup sederhana dan murah. Berikut langkah-langkah membuat briket:

  1. Kumpulkan sampah organik yang akan dijadikan briket. Sampah organik bisa berasal dari kebun, hutan, pasar, rumah tangga atau tempat lainnya.
  2. Hancurkan limbah organik hingga menjadi bubuk dengan menggunakan alat seperti pisau, parang, gergaji, blender atau mesin pencacah.
  3. Campurkan bubuk limbah organik dengan bahan perekat alami seperti tepung kanji atau lem kayu. Bahan perekat berfungsi untuk membuat serbuk limbah organik menjadi lebih padat dan tidak mudah pecah.
  4. Bentuk campuran serbuk limbah organik dan bahan pengikat menjadi bentuk bulat atau persegi panjang dengan menggunakan alat seperti cetakan, kaleng bekas, botol plastik atau alat pembuat briket.
  5. Keringkan briket di bawah sinar matahari atau di dalam oven hingga kadar air berkurang dan briket menjadi keras.

 

Manfaat briket

Briket memiliki banyak keunggulan, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi. Dari segi lingkungan, briket dapat menggantikan kayu atau batu bara, yang merupakan bahan bakar yang semakin langka dan mahal.

Kayu dan batu bara merupakan sumber energi fosil yang tidak terbarukan dan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global.

Briket merupakan sumber energi terbarukan yang berasal dari sampah organik terbarukan dan menghasilkan lebih sedikit emisi gas rumah kaca.

Dari segi ekonomi, briket dapat mengurangi biaya pembelian bahan bakar serta menciptakan lapangan kerja dan pendapatan bagi mereka yang terlibat dalam produksi dan distribusi briket.

 

Contoh Inisiatif Daur Ulang Lewat Briket

  • Sinar Sosro dan Tetra Pak berkolaborasi meluncurkan kampanye DAURI-Daur Untuk Negeri untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mendaur ulang karton kemasan minuman menjadi briket.

Kemasan minuman karton merupakan salah satu jenis sampah yang sulit didaur ulang karena banyak lapisan kertas, plastik, dan alumunium.

Dengan menggunakan teknologi pirolisis, kemasan minuman dari karton dapat diubah menjadi briket yang memiliki nilai kalor tinggi dan cocok digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga maupun industri.

  • Pemerintah Kota Tegal mengajak pihak swasta untuk mendaur ulang sampah rumah tangga menjadi briket pengganti batu bara di industri. Sampah rumah tangga merupakan salah satu sumber sampah utama di Indonesia.

Seringkali dibuang atau dibakar sembarangan. Dengan menggunakan mesin potong dan mesin briket, sampah rumah tangga dapat diubah menjadi briket dengan nilai kalori setara batubara.

Briket inilah yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar pada industri keramik, tekstil, atau makanan di Tegal.

 

Kesimpulan dari Inisiatif Daur Ulang Lewat Briket

Briket yang dibuat dari sampah organik dengan cara pirolisis atau pengeringan tidak hanya membantu mengurangi sampah tetapi juga berfungsi sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan terbarukan.

Pembuatan briket cukup sederhana dan murah sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja. Selain itu briket juga mempunyai banyak keunggulan, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi.

Dari sudut pandang lingkungan, briket dapat menggantikan kayu atau batu bara yang semakin langka dan mahal, sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dari sudut pandang ekonomi, briket dapat mengurangi biaya pembelian bahan bakar, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan pendapatan bagi mereka yang terlibat dalam produksi dan distribusi briket.

baca juga cara buat briket tempurung kelapa

By Desta Murdiyanto

Saya, seorang penulis di bisnisusahaonline.com, memiliki ketertarikan yang besar terhadap perkembangan teknologi, terutama di bidang IT. Saya senang dalam proses belajar yang berkelanjutan dan dengan senang hati berbagi wawasan seputar bisnis serta tips terkini dengan pembaca kami.