Berternak ikan nila bioflok, saat ini sedang gencar di uji dan dikembangkan. Mengapa demikian? Ikan nila merupakan bahan baku yang potensi dan peminatnya besar. Bioflok adalah metode budidaya ikan yang ramah lingkungan dan efisien. Metode ini memanfaatkan mikrooganisme dalam air untuk mengubah limbah ikan menjadi protein yang dapat dimakan kembali oleh ikan.
Dengan metode ini, kamu tidak hanya dapat menghemat biaya pakan, tetapi juga menjaga kualitas air kolam tetap baik. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang penggunaan kolam bioflok menjadi salah satu alternatif untuk mencapai hasil yang maksimal.
Baca Juga: Budidaya Ikan Nila Menggunakan Kolam Terpal
Cara Berternak Ikan Nila Bioflok
Pembuatan Kolam Bioflok
Untuk itu, Berikut ini cara membuat kolam bioflok:
- Potong jaring besi memanjang sesuai ukuran kolam.
- Ukuran optimal untuk kolam berbentuk lingkaran adalah kolam berbentuk lingkaran dengan diameter 2m.
- Potong terpal sesuai ukuran dan bentuk kolam yang diinginkan.
- Jahit bagian terpal agar sesuai dengan rangka kolam.
- Lebih praktis lagi jika Anda membeli satu set lengkap kolam bioflok dan hanya perlu merakitnya saja.
- Ukuran kolam dapat disesuaikan dengan luas lahan Anda.
Langkah pemasangan peralatan bioflok
Memasukkan beberapa perangkat ke dalam kolam bioflok inilah yang membedakan kolam bioflok berbentuk lingkaran dengan kolam bioflok konvensional. Dengan memasang beberapa peralatan sederhana, proses budidaya ikan menjadi lebih mudah, efektif dan efisien.
Berikut beberapa peralatan yang perlu kamu pasang:
- selang aerator.
- Filter saluran masukan.
- Pembuangan pipa
- pompa.
- Blower 100 Watt untuk 6 Unit Kolam Bulat.
Oleh karena itu, pengendapan hanya ditemukan di tengah cekungan. Sedimen yang terkumpul di tengah kolam terus diaduk dan bahan organik yang terkandung di dalam kolam terurai secara aerobik. Oleh karena itu, gas karbon dioksida dapat terbuang seluruhnya sementara oksigen terlarut (DO) meningkat.
Selain meningkatkan oksigen terlarut (DO) dan menurunkan karbon dioksida (CO), alat tambahan ini juga dapat mengurangi penurunan pH dan alkalinitas udara.
Mempersiapkan air kolam bioflok
Selain mempersiapkan kolam bioflok, Anda juga perlu mempersiapkan air kolam bioflok dengan baik. Dengan menggunakan sistem Bioflok, seharusnya perkembangan mikroba di dalam kolam didominasi oleh bakteri menguntungkan. Keberhasilan budidaya ikan nila bergantung pada kualitas air kolam bioflok.
Berikut ini langkah mempersiapkan bioflok udara:
- Isi kolam 75-80% dengan udara.
- Semprotkan 50 gram GDM SaMe Granules Bio Organic/m2 ke dalam kolam.
- Tambahkan 6 gram GDM Black BOS/m3 ke dalam ember kecil dan aduk hingga larut.
- Tuangkan larutan GDM Black BOS secara merata ke seluruh udara kolam di kolam.
- Diamkan air kolam selama beberapa hari, atau kurang lebih 7 hari, sebelum dibuang.
Nah, itu beberapa langkah mempersiapkan air kolam bioflok yang bisa kamu lakukan.
Tebar ikan nila bioflok
Selama tahap tebar, ikan nila bioflok berbeda dengan ikan nila yang dibudidayakan di kolam tradisional.
Kolam bioflok yang berfungsi memiliki fasilitas yang mengubah bahan organik berbahaya yang terakumulasi di dasar kolam menjadi makanan bagi bakteri pembentuk flok.
- Keuntungan lain dari penerapan sistem Bioflok pada budidaya ikan nila adalah nilai feed Conversion Ratio (FCR) yang bisa mencapai 1,03.
- Dijelaskan bahwa 1,03 kg pakan dapat menghasilkan 1 kg ikan nila saat panen.
- Selain itu, kepadatan stok ikan meningkat 10-15 kali lipat dibandingkan dengan sistem akuakultur konvensional.
- Pada budidaya kepadatan ikan konvensionalnya hanya 10 ekor/m3, namun pada budidaya serpihan organik mencapai 100-150 ekor/m3.
- Hal ini meningkatkan produktivitas hingga 25-30 kg/m3, atau sekitar 12-15 kali lipat, dibandingkan sistem tradisional yang hanya 2 kg/m3.
Ikan nila yang dipanen akan berukuran lebih besar dan gemuk karena makanannya lebih mudah dicerna.
Penebaran benih ikan nila
Sebelum penebaran benih ikan nila, sebaiknya kamu mengetahui kriteria pemilihan jenis beni ikan nila untuk tujuan budidaya yang sesuai berikut ini Pilih benih ikan nila Anda dari tempat pembenihan ikan nila bersertifikat.
Berikut ini cara menebar benih ikan nila:
- Pilih untuk menabur pada pagi atau sore hari.
- Benih ikan nila dapat disterilkan dari berbagai jenis hama dan penyakit.
- Larutkan 6ml Suplemen Organik Cair Spesialis Perikanan GDM ke dalam ember/bak dan aduk hingga merata.
- Isi ember/bak dengan air kolam dan tunggu 5 menit lagi.
- Kamu dapat menabur benih ikan nila di kolam sebanyak yang kamu suka, namun kami menyarankan untuk mengukur jumlah maksimal 100 ikan di setiap kolam.
Pemberian pakan nila
Saat memberi makan ikan nila, berikan pakan setiap hari dengan komposisi makanan alami dan suplemen. Makanan ikan nila terdiri dari dedak, remah kelapa, pelet, sisa dapur, dll.
Cara pemakaiannya adalah dengan menyemprotkan atau menaburkan 6ml Suplemen Organik Cair Spesialis Perikanan GDM secara merata di kolam bioflok.
- Protein 20 – 30%
- Lemak 70% (maksimum)
- Karbohidrat 63 – 73%.
- Makanan hijau meliputi: Kaliandra, Kalykina atau Batu Kecubung, Kipat, Kihujan
- Gunakan 10ml/kg Suplemen Organik Cair Spesialis Perikanan GDM dalam pakan ikan Kamu setiap hati.
Pemberian Probiotik pada ikan nila
Pemberian suplemen nutrisi tambahan pada ikan nila membawa banyak manfaat dalam budidaya ikan nila.
Cara mengaplikasikan suplemen tambahan menggunakan Suplemen Organik Cair Spesialis Perikanan GDM. Tuangkan air ke dalam ember kecil. Gunakan Suplemen Organik Cair Spesialis Perikanan GDM setiap 10 hari.
Apalagi setelah mempelajari beberapa hal penting tentang pemberian pakan ikan nila bioflok, kurang lengkap jika kamu tidak mengetahui tata cara perawatan yang benar.
Cara pemeliharaan ikan nila bioflok
Pengantian air
Gantilah air kolam setiap 10 hari sekali atau tergantung tingkat kontaminasi pada udara kolam. Kemudian gunakan Suplemen Organik Cair Spesialis Perikanan GDM setelah setiap penempatan udara.
Selanjutnya tambahkan air bersih dan gunakan Suplemen Organik Cair GDM Aquatic Specialist seperti sebelumnya.
Pemantauan Hama dan Penyakit
Dalam keadaan normal, penyakit pada ikan nila tidak terlalu memprihatinkan. Namun jika budidaya ikan nila dilakukan secara intensif dan skala besar, maka risiko penyebaran penyakit harus diperhatikan.Tindakan pencegahan meliputi pengolahan dasar kolam dengan pengeringan, pengapuran, dan pemupukan.
Kesimpulan Berternak Ikan Nila Bioflok
Budidaya ikan nila dengan sistem bioflok merupakan metode yang efisien dan ramah lingkungan. Sistem bioflok melibatkan kumpulan mikroorganisme yang membantu dalam penguraian limbah organik.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, budidaya ikan nila dengan sistem bioflok dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi penggunaan air, serta mengurangi limbah yang dihasilkan.