standar TOEFL S2 S3

Setiap calon mahasiswa pascasarjana perlu memahami standar TOEFL S2 S3 sebelum mendaftar program studi. Setiap kampus menetapkan skor minimal yang berbeda-beda, tergantung jenjang dan jurusan yang Anda pilih.

Oleh karena itu, memahami standar ini sejak awal akan membantu Anda mempersiapkan diri dengan lebih matang.

Artikel ini akan membahas standar TOEFL S2 S3 secara umum. Selain itu, Anda akan mengetahui perbedaan skor untuk program magister dan doktoral, serta tips mempersiapkan ujian.

Mengapa Kampus Menetapkan Standar TOEFL untuk Pascasarjana

Kampus menggunakan skor TOEFL untuk menilai kesiapan bahasa Inggris calon mahasiswa pascasarjana.

Sebab, program magister dan doktoral sering menuntut kemampuan membaca jurnal internasional serta menulis karya ilmiah berbahasa Inggris.

Dengan demikian, sertifikat TOEFL menjadi tolok ukur objektif sebelum Anda memulai studi lanjut.

Standar TOEFL untuk Jenjang Magister

Sebagian besar program magister dalam negeri menetapkan skor TOEFL ITP minimal sekitar 500 hingga 550. Namun, program magister yang berafiliasi dengan kampus luar negeri sering meminta skor TOEFL iBT sekitar 80 hingga 90.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda memeriksa langsung persyaratan resmi dari program yang Anda tuju.

Standar TOEFL untuk Jenjang Doktoral

Program doktoral umumnya menetapkan standar yang lebih tinggi daripada magister. Kampus dalam negeri biasanya meminta skor TOEFL ITP sekitar 550 hingga 575.

Sementara itu, program doktoral di luar negeri sering mensyaratkan skor TOEFL iBT di atas 90. Akibatnya, calon mahasiswa doktoral perlu mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris secara lebih mendalam.

Perbedaan Kebutuhan Antara S2 dan S3

Selain standar skor, kebutuhan kemampuan bahasa antara jenjang magister dan doktoral juga berbeda. Program doktoral menuntut kemampuan menulis akademik yang lebih kompleks, karena disertasi biasanya membutuhkan publikasi jurnal internasional.

Oleh sebab itu, calon mahasiswa doktoral sebaiknya memperdalam kemampuan Writing sejak jauh-jauh hari. Selain itu, calon mahasiswa doktoral juga perlu membiasakan diri membaca artikel akademik secara rutin, agar terbiasa dengan gaya bahasa ilmiah yang formal.

Waktu Ideal Mendaftar Ujian TOEFL

Sebaiknya Anda mengikuti ujian TOEFL setidaknya tiga hingga enam bulan sebelum tenggat pendaftaran program pascasarjana. Dengan begitu, Anda memiliki waktu cukup untuk mengulang ujian apabila skor pertama belum memenuhi standar TOEFL S2 S3 yang kampus tetapkan.

Selain itu, Anda dapat menggunakan waktu tersebut untuk melengkapi dokumen pendaftaran lainnya, seperti surat rekomendasi dan proposal penelitian.

Pelajari juga panduan mengenai perbedaan fungsi TOEFL ITP dan iBT untuk menentukan jenis ujian yang paling pas dengan regulasi kampus Anda.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mempersiapkan Diri

Beberapa calon mahasiswa sering menganggap standar TOEFL S2 dan S3 sama saja, padahal keduanya berbeda cukup signifikan. Akibatnya, mereka kurang mempersiapkan kemampuan Writing yang sebenarnya sangat jenjang doktoral butuhkan.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda memeriksa standar spesifik dari program yang Anda tuju, bukan hanya mengandalkan asumsi umum.

Cara Mempersiapkan Diri Sesuai Standar TOEFL S2 S3

Mulailah persiapan dengan mengerjakan latihan soal sesuai format yang kampus Anda syaratkan. Fokuskan waktu belajar pada bagian yang menjadi kelemahan Anda.

Selain itu, perbanyak membaca jurnal ilmiah berbahasa Inggris, terutama jika Anda mendaftar program doktoral. Dengan begitu, kemampuan akademik Anda akan semakin terasah menjelang hari ujian.

Kesimpulan

Memahami standar TOEFL S2 S3 membantu Anda mempersiapkan pendaftaran pascasarjana dengan lebih terarah. Setiap jenjang memiliki standar skor dan kebutuhan kemampuan bahasa yang berbeda. Dengan mempersiapkan diri sesuai standar tersebut, Anda dapat menghadapi ujian dengan lebih percaya diri.

Jika Anda ingin mempersiapkan TOEFL untuk kebutuhan pascasarjana Anda, daftarkan diri Anda sekarang melalui ltigroup.id. Tim LTI Group siap membantu Anda mencapai skor sesuai standar program yang Anda tuju, baik untuk jenjang magister maupun doktoral.