resep-gudeg-nangka-khas-sunda

Resep sayur nangka seperti gudeg adalah masakan yang memiliki bumbu khas daerah, seperti variasn resep gudeg nangka khas sunda.

Apa ya yang bakal beda, jadi penasaran. Karena kalian penasaran, langsung aja coba resep gudeg nangka khas sunda asli ini!

Makanan berbau Sunda berasal dari masyarakat Sunda di provinsi Jawa Barat dan Banten. Ciri khas masakan Sunda adalah kesegaran bahannya, lalap terkenal dimakan dengan sambal dan juga karedok menunjukkan kegemaran orang Sunda terhadap sayuran mentah segar.

Berbeda dari masakan ala Minangkabau yang kaya dengan rasa pedas dengan kandungan bumbu kari dan santan yang kental, masakan Sunda menampilkan citarasa yang ringan, sederhana, dan jelas; berkisar antara gurih asin, asam segar, manis ringan, dan pedas.

Bagi masakan Sunda sambal terasi adalah bumbu penyerta yang tidak boleh terlewatkan, dimakan dengan lalapan atau tahu dan tempe goreng.

Jika kita berkunjung ke rumah makan Sunda, sudah lazim jika kalian makan hanya menggunakan tangan. Biasanya penjual/pemilik tempat makan menyediakan kobokan semangkuk air bersih yang kadang berisi irisan jeruk nipis untuk mencuci tangan.

Rumah makan tradisional Sunda biasanya menyajikan lesehan sebagai cara bersantap, yaitu makan sambal duduk dilantai yang dialasi tikar. Karena perkembangan jaman, tempat lesehanpun menjadi lebih modern dengan menggunakan semaca gazebo.

Sesuai dengan namanya resep gudeg nangka khas sunda, nangka adalah bahan penyusun utamanya.

Di Indonesia nangka bertumbuh sekitar 20 meter, walaupun beberapanya ada yang tumbuh mencapai angka 30 meter. Memiliki batang berbentuk bulat silindris dan memiliki diameter sekitar 1 meter.

Pohon nangka memiliki multifungsi seperti halnya pohon kelapa yang bisa dimanfaatkan seluruh bagian tumbuhannya. Mulai dari daun, buah, dan kayunya.

Tak perlu panjang lebar lagi, yuk kita langsung masak resep gudeg nangka khas sunda yang bikin penasaran ini.

Resep Gudeg Nangka Khas Sunda

Bahan-Bahan:

  • Nangka muda – 250 gram direbus sampai empuk
  • Telur puyuh – 10 butir dikupas lalu rebus
  • Tahu – 5 buah di potong sesuai selera
  • Santal kental – 300 gram dari 1/2 butir kelapa
  • Asam jawa – 2 mata dilarutkan dengan 100 ml air
  • Daun salam – 2 lembar
  • Lengkuas – 2 cm digeprek
  • Daun jeruk – 2 lembar
  • Daun bawang – 1 batang dipotong-potong
  • Tomat – 1 buah dipotong sesuai selera
  • Air – 500 ml
  • Minyak – secukupnya untuk menumis

Bumbu Halus:

  • Cabai rawit merah – 3 buah
  • Bawang merah – 3 butir
  • Bawang putih – 2 siung
  • Garam – 1 sendok makan
  • Merica bubuk – 1/4 sendok teh
  • Gula pasir – 1 sendok makan

Cara Membuat Resep Gudeg Nangka Khas Sunda:

  1. Panaskan sedikit minyak dalam wajan, tumis bumbu halus lalu aduk sampai harum.
  2. Masukkan daun salam, lengkuas, daun jeruk, daun bawang dan tomat, aduk-aduk sampai bumbu tercampur rata.
  3. Tuangkan air, masukkan nangka muda, asam jawa, tahu, telur puyuh dan santan kental. Aduk-aduk sampai bumbu tercampur rata dan meresap juga airnya agak menyusut dan matang. Angkat dan siap untuk disajikan.

Oh ya readers. Resep gudeg nangka itu menggunakan jenis nangka bubur ya readers. Kenapa? Karena nangka bubur memiliki aroma yang harum olahan sayur nangka kalian telah matang.

Tahukan kalian jika peluang usaha mengolah nangka menjadi makanan bisa mendatangkan keuntungan yang banyak. Selain nangka, olahan telur juga memegang rekor usaha makanan yang mengorek keuntungan besar.

Salah satunya adalah olahan sosisi telur yang bisa diproduksi dengan cepat menggunakan mesin sosis telur. Jadi kalian gak perlu nunggu sosis telurnya matang satu satu ya readers. Cukup satu alat kalian bisa menghasilkan banyak sosis telur.

Selamat mencoba resep khas sunda itu ya!

By Ni Kadek Cessica Natalie Regep

Saya merupakan seorang penulis di bisnisusahaonline.com dengan minat yang mendalam dalam perkembangan teknologi, terutama di bidang teknologi informasi. Saya senang dalam proses belajar yang berkelanjutan dan sangat bersemangat untuk berbagi wawasan seputar bisnis dan tips terkini dengan pembaca kami.