Hallo! bertemu lagi dengan saya, Kali ini saya akan membagikan cara membuat pupuk organik cair terbaik. Mengelola sampah organik di rumah menjadi pupuk kompos adalah salah satu solusi mengatasi sampah yang berlebihan. Sebelum lanjut ke artikel cara membuat pupuk organik cair terbaik, jangan lupa baca terlebih dahulu artikel Manfaat dan Cara Membuat Pupuk Penyubur Tanaman Cabe.
Cara membuat pupuk kompos bisa Anda lakukan dengan memanfaatkan sampah organik untuk membantu menyuburkan tanaman di rumah. Selain itu, dengan menggunakan tanah kompos dari bahan organik berarti anda juga turut ikut serta dalam usaha pelestarian lingkungan.
Anda juga bisa belajar lebih banyak mengenai pupuk organik salah satunya dengan membaca artikel Cara Membuat Pupuk Organik Cair untuk Cabe Rawit Serta Manfaatnya.
Sifat dan Karakteristik
Pupuk organik cair tidak bisa di jadikan sebagai pupuk utama dalam bercocok tanam. Sebaiknya anda juga menggunakan pupuk organik padat sebagai pupuk dasar atau utama. Dikarenakan pupuk organik padat akan tersimpan terlebih dahulu dan akan bertahan lama dalam media tanam. Selain itu pupuk akan menyediakan hara untuk jangka waktu yang lama.
Sedangkan nutrisi yang terkandung pada pupuk cair juga lebih rentan terbawa erosi. Tetapi, di sisi lain pupuk cair lebih gampang untuk di cerna oleh tanaman. Jenis pupuk cair lebih efisien dan efektif untuk diaplikasikan terhadap daun, bunga, batang jika di bandingkan ke media tanam. Namun, hal tersebut tidak berlaku pada metode hidroponik.
Pupuk organik cair juga dapat berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan pada tanaman. Terutama pada saat tanaman sudah mulai bertunas atau saat perubahan dari fase vegetatif ke generatif guna merangsang pertumbuhan buah dan biji. Daun dan batang bisa menyerap langsung pupuk yang di berikan melewati stomata yang ada pada permukaannya.
Dalam pemberian pupuk organik cair lewat daun harus lebih berhati-hati. Jangan sampai overdosis atau kelebihan, Hal ini dikarenakan bisa membunuh tanaman anda. Selain itu juga dapat mengundang hama dan penyakit pada tanaman. Jadi, ketepatan dosis atau takaran haruslah benar-benar seimbang agar hasil yang di dapat lebih maksimal.
Manfaat Pupuk Organik Cair
- Bisa meningkatkan, mempercepat, dan mendorong proses pembentukan klorofil pada daun.
- Dan juga meningkatkan terbentuknya bintil akar pada tanaman leguminosae. Maka dengan begitu kemampuan fotosintesis tanaman dan penyerapan nitrogen akan bertambah.
- Meningkatkan vigor pada tanaman yang akan membuat tanaman menjadi lebih kokoh dan kuat. Serta dapat menambah daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca dan serangan patogen yang menyebabkan penyakit.
- Merangsang pertumbuhan cabang produksi.
- Mempercepat waktu dalam pembentukan bunga dan bakal buah, serta
- Mengurangi keguguran pada daun, bunga dan bakal buah, sehingga tingkat kegagalan dapat berkurang.
- Pupuk organik cair akan jauh lebih baik jika langsung anda disemprotkan langsung pada daun, bunga, buah, dan batang. Cara ini pastinya sangat berbeda dengan cara penggunaan pupuk organik cair yang langsung di benamkan ke dalam tanah yang langsung bertemu dengan akar tanaman.
Alat dan Bahan
Langkah pertama yang harus anda persiapkan dalam membuat pupuk organik cair adalah mempersiapkan peralatan terlebih dahulu. Karena tanpa peralatan yang mewadahi maka pembuatan pupuk tidak dapat berjalan dengan lancar. Berikut merupakan peralatan yang anda harus butuhkan :
- Tong air berukuran 100 liter.
- Botol ukuran 1 liter.
- Bak atau wadah lainnya untuk mencuci bahan dasarnya.
- Ember besar untuk mengaktifkan bakeri EM4.
- Blender atau mesin pencacah rumput untuk menghancurkan / mencincang bahan dasar.
- Selang.
- Gunting atau pisau.
- Alat pengaduk.
- Karung goni atau kaos yang sudah tidak digunakan lagi.
- Batu, untuk di jadikan pemberat.
- Bor, untuk membuat lubang pada tong untuk pasang selang yang terhubung dengan botol yang berisi air.
Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Sekarang kita memasuki langkah atau cara yang paling utama yaitu proses pembuatan pupuk organik. Pembuatan pupuk ini sangat mudah dan tentunya akan menjadi sulit jika anda tidak mengikutinya dengan benar. Berikut adalah pembuatan pupuk organik cair yang benar :
- Pertama campurkan semua bahan dasar jenis padat yang sudah di haluskan tadi, kemudian masukkan dalam karung berpori atau kain bekas berpori seperti kaos.
- Kedua campurkan bahan cair seperti air cucian beras, susu, madu, telur, air kelapa dan EM4 lalu aduk merata dan masukkan dalam tong atau wadah lainnya.
- Ketiga, setelah itu masukkan bungkusan bahan padat tadi kedalam tong yang sudah anda siapkan. Pastikan seluruh bagian kantong tenggelam (anda dapat menambahkan batu dalam bungkusan untuk di jadikan pemberat supaya tengelam)
- Keempat tutup tong tersebut dan beri satu lubang kecil dan masukkan selang kecil pada lubang tersebut.
- Kelima ujung selang yang ada diluar dimasukkan kedalam botol bekas berisi air tujuannya adalah untuk menstabilkan suhu didalam tong selama proses penguraian terjadi.
- Keenam penguraian model ini terjadi secara anaerob (tanpa udara) dan akan memakan waktu lebih panjang yaitu minimal 1 bulan
- Ketujuh jika anda melakukan 2 kali lebih cepat maka anda bisa menggunakan metode aerob (dengan oksigen). Namun anda harus memompakan udara secara teratur melalui selang sehingga dibutuhkan buat 2 selang. Akan tetapi cara ini tentu membutuhkan biaya yang lebih banyak dan memerlukan lebih banyak waktu.
- Dan terakhir anda dapat membuka tong setelah 1 bulan, lalu mengambil bungkusan didalam tong setelah diperas terlebih dahulu agar sisa nutrisi keluar.
- Air dalam tong tersebut kemudian di saring dan di masukkan ke dalam botol ukuran 1 liter sehingga anda akan mendapatkan beberapa botol pupuk organik cair.
Cara Penggunaan Pupuk Organik Cair
Pupuk organik cair bisa anda gunakan dengan cara disemprotkan ke daun, atau dengan cara lain yaitu di siramkan di akar tanaman. Aturan takaran yang di gunakan adalah 5 – 10 cc per liter atau 100 cc untuk tiap tangki ukuran 14 hingga 16 liter. Untuk pengocoran sama saja, tetapi jika di tambah NPK maka anda bisa mengambil takaran kecil kira-kira 5 cc per liter.
Pupuk cair ini dapat anda gunakan bersama dengan insektisida ataupun fungisida kimia hanya saja sebaiknya tidak bersama bakterisida karena dikhawatirkan meski nutrisi tetap terserap tanaman namun kandungan bakteri baiknya bisa mati akibat terkena bakterisida.
Seperti itulah penjelasan dari cara membuat pupuk organik cair terbaik, kita sudah belajar banyak mulai dari sifat dan karakteristik sampai cara penggunaanya. Tidak hanya itu kita juga belajar untuk cara membuat pupuk organik cair terbaik. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian.
Saya adalah seorang penulis di bisnisusahaonline.com dengan minat mendalam dalam perkembangan teknologi, terutama di bidang teknologi informasi. Saya senang belajar hal-hal baru dan sangat antusias dalam berbagi wawasan seputar bisnis dan tips terkini dengan pembaca kami.