Cara Membuat Keripik Tahu Renyah dan Tahan Lama

Selain rasa gurih dan renyah cara membuat keripik tahu juga mudah. Cara membuatnya hanya dengan bahan utama tahu dan tepung bumbu ini sudah bisa memjadi cemilan yang nikmat yang cocok untuk bersantai.
Cara membuat keripik tahu tidak susah kok teman- teman cukup mudah dan sederhana. Tinggal siapkan bahan- bahan yang di butuhkan serta ikuti langkah- langkah dengan benar saya yakin teman teman akan berhasil dalam membuat kripik tahu yang enak dan nikmat, yuk kita lihat bahan dan cara membuat keripik tahu.
Cara Membuat Keripik Tahu
Bahan- bahan:
- Tahu pong kotak sebanyak 250 gram, ambil kulitnya
- Tepung maizena 5 sendok makan
- Air bersih dan minyak goreng secukupnya
- Bumbu yang harus dihaluskan:
- Bawang merah sebanyak 3 buah
- Bawang putih sebanyak 3 siung
- Garam dapur dan gula pasir secukupnya
- Merica bubuk secukupnya
Cara Membuat Keripik tahu
1. Siapkan satu wadah lalu masukan tepung maizena dan air bersih sambil diaduk hingga tercampur rata.
2. Selanjutnya haluskan dahulu bawang merah, bawang putih, garam, gula pasir dan merica bubuk dengan ulekan.
3. Ulek terus hingga bumbu benar-benar halus.
4. Selanjutnya ambil kulit tahu dan masukan kedalam adonan tepung hingga kulit tahu terlumurisempurna oleh adonan tepung.
5. Lalu goreng tahu yang sudah dilumuri adonan tepung dalam minyak goreng yang sudah dipanaskan.
6. Masak terus hingga kuning kecoklatan, angkat dan tiriskan.
7. Keripik tahu siap untuk dinikmati.
Beberapa Manfaat Tahu
1. Mengurangi risiko penyakit jantung
Kandungan isoflavone pada tahu mempunyai sifat antioksidan yang dapat berfungsi mengurangi peradangan di pembuluh darah. Tidak hanya itu, kandungan serat pada tahu dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).
Maka dari itu, seseorang yang rutin mengonsumsi tahu serta membatasi mengkonsumsi daging memiliki risiko hipertensi dan penyakit jantung yang lebih rendah.
2. Menurunkan risiko kanker payudara
Fitoestrogen penyebab kanker payudara sangat sering dikaitkan karena kandungan ini disebut mirip dengan hormon estrogen pada wanita. Walaupun demikian, efek yang terdapat pada kandungan ini tidak selalu sama dengan estrogen.
Fitoestrogen pada kacang kedelai beserta produknya justru mempunyai efek antiestrogenik pada jaringan tubuh sehingga bisa menurunkan risiko kanker payudara.
3. Menurunkan risiko kanker saluran pencernaan
Kandungan isoflavone juga diyakini bisa menurunkan resiko kanker disaluran pencernaan, seperti kanker lambung dan kanker kolorektal. Salah satu buktinya adalah penelitian tahun 2016 pada European journal of nutrition.
Menurut studi tersebut, asupan kedelai beserta produknya yang lebih tinggi terkait dengan penurunan risiko kanker sistem pencernaan sebesar 7%.
4. Mencegah obesitas
Tahu merupakan makanan dengan kadar kalori yang rendah. Maka dari itu, jenis makanan ini cocok dikonsumsi untuk kamu yang sedang menurunkan berat badan.
Selain itu, makanan tahu juga terbukti dapat membuat kenyak, sehingga mengkonsumsi makanan ini bisa membantu mencegah makan secara berlebihan. Adapun hal tersebut bisa membantu mencegah obesitas serta masalah terkait berat badan lainnya.
5. Melancarkan sistem pencernaan
Kacang kedelai dan produknya, termasuk tahu, kaya akan serat yang bisa membantu melancarkan sistem pencernaan kamu. Makanan berserat tinggi ini bisa membantu mengontrol gerak usus, hingga dapat terhindar dari penyakit sistem pencernaan, seperti sembelit.
Tidak hanya itu, kandungan serat yang terdapat dalam makanan tahu juga mempunyai khasiat untuk menurunkan gejala sindrom iritasi usus besar (IBS).
6. Menurunkan risiko osteoporosis
Tahu juga kaya akan kalsium. Faktanya, kalsium sebanyak 4 ons sama dengan kandungan kalsium dalam 8 ons susu sapi. Maka dari itu, mengkonsumsi makanan tahu bisa membantu meningkatkan kesehatan tulang. Kandungan kalsium dan isoflavone dalam tahu juga dapat mengurangi risiko osteoporosis pada wanita menopause.
7. Menjaga fungsi otak
Kandungan isoflavone pada kacang kedelai dan produknya, seperti tahu, juga mempunyai efek positif pada otak, terutama pada fungsi kognitif atau daya ingat. Menurut studi tahun 2014 pada jurnal Maturitas, efek neuroprotektif dari senyawa fitoestrogen terbukti dapat memengaruhi fungsi kognitif pada hewan.
Saya, seorang penulis di bisnisusahaonline.com, memiliki ketertarikan yang besar terhadap perkembangan teknologi, terutama di bidang IT. Saya senang dalam proses belajar yang berkelanjutan dan dengan senang hati berbagi wawasan seputar bisnis serta tips terkini dengan pembaca kami.